Posted in Islamika

Gereja dari Tulang 40,000 Muslim?

Saya mendapat satu email yang menggoncangkan jiwa saya.  Baca, lihat dan nilailah sendiri. 

Namun ada yang mengatakan ia adalah propaganda orang Islam sedangkan sejarah gereja itu sendiri tidak menyebut tulang-tulang itu kepunyaan orang Islam.  Boleh lihat di sini http://www.kostnice.cz/ dan di sini http://alaiwah.wordpress.com/2009/12/26/a-church-in-czech-republic-made-of-muslim-bones/.

Wajarlah kita berhati-hati bila mendapat khabar berbentuk provokasi begini.

Tanpa asas kisah gereja ini pun, sejarah dulu dan sekarang telah membuktikan siapa yang menganjurkan keganasan. 

Keganasan itu masih berterusan di Palestin, Iraq dan lain-lain tempat yang mana muslim dinafikan hak-hak asasi mereka menghayati agama  mereka.

 Di Malaysia pun apa kurangnya bila orang Islam membunuh sesama Islam seperti peristiwa Memali.

Islam datang bersama cahaya tauhid yang membebaskan manusia dari perhambaan sesama manusia kepada menyembah Allah yang Esa.   Islam datang memandu manusia agar menjauhkan diri dari tipudaya iblis. 

Islam datang dengan kasih sayang dan belas kasihan Allah swt pada seluruh hamba-hambaNya. 

Hanya orang-orang yang menghayati Islam sebagai cara hidup yang tenang, damai dan mendamaikan orang lain.

Wallahua’lam.

Ummu Abbas

10.16am

14 Muharram 1431H

**********************************************************************

Assalam alaikum wa rehmath ullahi wa barkatahu

 

In The City Of Sedelik Of The Czech Republic, There is very intresting Church, This church is not made of Wood, Nor it is made of cement, not it is made of metal, but instead it is made of part of Muslims. in the year of 1218  the pope of the time, to show pride, ordered the construction of a Church bringing the Bones of 40,000 MUSLIMS .  They Say That Muslims are Terrorists.  Just Take a look for Yourself !!!

 

               

 

             

memehak is offline  

For  ALLAH’S  Sake  When You  Read This Mail, Spread It,  So That  The World Can Understand Who  Are The True TERRORISTS.. .

  

 Regards,

Muhammad Amanat Khan